Cara Mencegah Terlilit Cicilan Pinjaman Bank

kredit macet

Hutang sudah pasti akan menjadi beban keuangan. Apalagi bila jumlahnya terbilang besar dan melebihi kemampuan Anda. Apabila hal tersebut sampai terjadi, maka akan terasa berat untuk melakukan pembayaran dan akhirnya Anda terpaksa menunggak. 

Dengan utang yang semakin membengkak tersebut, karena bunga berjalan serta denda yang menjadi penyebab gagal bayar pada semua platform seperti KTA (Kredit Tanpa Agunan), Pinjol, KKB ( Kredit Kendaraan Bermotor) dan yang lainnya.

Menghindari Kredit Macet

Kredit macet atau gagal bayar kondisi di mana Anda sebagai peminjam (debitur) tidak sanggup lagi membayar angsuran karena tidak memiliki dana. Nah, berikut adalah tips supaya terhindar dari terlilit cicilan hutang bank.

  1. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial

Hal yang perlu Anda diingat ketika akan mengajukan kredit pada siapapun, termasuk ke bank, yaitu pinjamlah sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial ANda. Artinya jangan mengajukan pinjaman terlalu besar hingga melebihi batas aman. 

Misalnya, bila Anda butuh uang guna membayar pendidikan dengan nominal 2 juta rupiah, cukup ajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan tersebut atau sedikit lebih besar, namun jangan terlalu banyak. Selain itu, perhatikan kemampuan finansial Anda. Karena idealnya utang tidak boleh lebih  penghasilan. Sebab hal tersebutlah yang bisa menyebabkan terjadinya gagal bayar. 

Alokasikan setiap bulannya dana untuk pembayaran hutang sebesar 30% dari gaji. Misalnya penghasilan Anda 5 juta rupiah per bulan, sisihkan 1,5 juta rupiah per bulan hanya untuk mencicil hutang. Ini sudah sesuai dengan cara mengatur keuangan. 

Dengan alokasi sebesar itu, maka Anda tidak perlu mengorbankan biaya kebutuhan sehari-hari karena sudah dianggarkan sebesar 40%-50% dari gaji setiap bulannya. Termasuk juga anggaran investasi, asuransi, dana darurat, sampai hiburan.  

  1. Hindari hutang Konsumtif

Memang sudah menjadi hak masing-masing individu ingin mengajukan pinjaman atau tidak. Bahkan dalam penggunaannya pun pasti akan berbeda-beda. Namun, alangkah lebih baik apabila Anda menggunakan uang pinjaman tersebut untuk hal-hal yang produktif dan bukan konsumtif.

Karena bila dana hutang tersebut digunakan untuk sesuatu yang produktif, tentunya akan lebih berguna bagi diri Anda dan lebih mudah ketika melakukan pengembalian. Misalnya untuk membuka sebuah bisnis kecil yang sudah pasti ada hasilnya. Dari pada digunakan untuk keperluan menutupi gengsi, seperti berbelanja sesuatu yang tidak penting.

  1. Jangan telat bayar hutang

Konsekuensi dari meminjam adalah harus membayar hutang tersebut secara tepat waktu. Apalagi apabila Anda melakukan pinjaman pada pihak bank maupun pinjaman online, dimana bila telat satu hari saja terkena denda keterlambatan dan membuat nominal yang harus dibayar menjadi lebih besar.

Jangan malas atau dengan sengaja menghindar untuk membayar hutang. Misalnya, ketika sudah waktunya membayar cicilan Anda menundanya dengan alasan karena uangnya digunakan untuk keperluan lain. Padahal sebenarnya tidak penting. 

Bila sudah terkena denda, maka jumlah yang dibayarkan pada bulan berikutnya menjadi semakin besar. Sehingga dapat melewati batas dari kemampuan yang bisa Anda bayarkan. Tentunya hal ini akan semakin membuat Anda terbebani.

Mengatasi Kredit Macet

Cobalah untuk mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada pihak bank. Restrukturisasi merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk membenahi perkreditan peminjam. Perbaikan tersebut diperlukan supaya debitur yang mengalami kesulitan dapat melakukan pembayaran guna melunasi utangnya.

  1. Rescheduling (Penjadwalan Kembali)

Pinjaman pasti mempunyai jangka waktu untuk melakukan pembayaran, supaya debitur dapat melunasi utang dan bunganya (tenor). Pada kasus ketika akan restrukturisasi kredit macet, pihak bank harus menyesuaikan jangka waktu pinjaman Anda agar dapat kembali melakukan cicilan pembayaran. 

Tenor pinjaman tersebut nantinya akan diperpanjang oleh bank supaya angsuran yang harusnya dibayarkan menjadi lebih ringan. Perpanjangan ini juga akan disesuaikan dengan kemampuan Anda dalam melakukan pembayaran. 

  1. Restructuring (Persyaratan Kembali)

Ada beberapa persyaratan yang nantinya akan diubah oleh pihak bank apabila kedapatan si peminjam memang mengalami gagal bayar. Syarat tersebut berupa jadwal pembayaran, tenor dan hal-hal lainnya.

Namun, perlu Anda garis bawahi. Apabila restructuring ini tidak mengubah maksimum dari jumlah kredit. Jadi, nantinya Anda akan diminta untuk membayar pokoknya saja tanpa beban biaya lainnya.

  1. Reconditioning (Penataan Kembali)

Secara sederhana, reconditioning bisa diartikan sebagai upaya dari pihak bank untuk mengubah kondisi kredit agar lebih meringankan tanggung jawab Anda sebagai peminjam ketika membayarkan angsuran. Caranya hanya dengan menambah sarana kredit.

Mengonversi tunggakan utang menjadi pokok dari kredit baru, hingga penjadwalan serta persyaratan kembali. Dengan reconditioning, bank juga dapat menurunkan nilai suku bunga yang selama ini dibebankan ke debitur. Tujuannya supaya Anda mampu melunasi pokoknya kepada bank.

Bahkan apabila kondisi peminjam telah sangat kritis sampai dianggap tidak lagi mampu lepas dari gagal bayar, bank akan memberikan opsi pembebasan pembayaran bunga kepada peminjam tersebut. Jadi, Anda hanya membayar pinjaman pokok saja.

Leave a comment

Your email address will not be published.